BELAJAR BERMIMPI

 


Dibuka dengan kisah seorang pemuda yang akhirnya dijuluki Sang Singa meski ia berkursiroda, seorang pemimpi yang bermimpi dengan sepenuh jiwa, seorang pemuda yang lumpuh sejak usia remaja, tapi mimpinya tak terhalangi oleh terbatasnya gerak raga. Mimpinya menjadikannya sosok yang meski renta dan tidak berdaya, barikade musuh menganggapnya sangat berbahaya.
_

Kini kita berbicara tentang mimpi..
Sesuatu yg bisa dilakukan siapa saja, tanpa harus membayar tentunya.
_

Menurut saudara, siapakah yang terkisah dalam cerita diatas.??
_

Iya.. ia lah, Ahmad Yassin
_

Seorang tua renta, tidak berdaya, bicaranyapun terbata-bata, suaranya juga kecil habis kehilangan bunyinya. Tapi jiwanya yang penuh akan mimpi, keyakinannya pada janji Ilahi yang kuat terpatri dalam sanubari, membuatnya perkasa dan ditakuti, menjadikannya berwibawa dihadapan jutaan pasukan bersenjata, menjadikannya gagah meski takpernah lepas dari bayang berodanya.

Di ceruk pertama tentang visi, kita berbicara tentang mimpi..
_

Mimpi adalah bagian terindah dan terendah dari visi.
Tidak berbayar dan tidak perlu tenaga ekxtra untk bisa memilikinya.
_

Dan untuk menjadikan mimpi mimpi kita sebagai cita cita, kita hanya harus menambahkan tanggal untk realisasinya..

Cita cita adalah mimpi yang telah kita tentukan (planing) waktu terwujudnya..

Sehingga menjadi arah tujuan langkah, menjadi takar ukur kerasnya usaha, menjadi timbangan alokasi sumberdaya yang tersedia sehingga efektif dan efisien pemakaiannya, serta pemancang strategi guna mengatur capaiannya..
Dengans spenuh harap pada Sang Maha Kuasa atas keMaha Agungan-Nya, serta yakin atas janji janji dan keadilannya.
_

Lalu, mari kita tengok keluarga Ibrahim 'Alaihissalam..
Saat turun perintah penyembelihan sang putra tercinta melalui mimpi yang tidak kurang dari tiga kali berulang diperolehnya. Membuatnya yakin bahwa memang inilah perintah Sang Maha Perkasa.
Ia tak serta merta membaringkan sang putra dan memenggal kepalanya, tapi terlebih dahulu menyuguhkan tanya tentang bagaimana pendapat sang putra..

Lalu kita juga musti belajar tentang perang uhud, dimana awalnya Baginda Nabi telah mendapat mimpi tentang beberapa lembu yg terpenggal, pedangnya yang rompal dan tangannya yang dimasukkan dalam baju besi yang kokoh.. Isyarat mimpi itu memberinya tanda agar mengambil strategi bertahan didalam Madinah.. tapi, puncak kendali komando tidak menjadikannya serta merta mengambil keputusan atas perang yang nampak di depan mata. Beliau mengajak para sahabat berdiskusi setelah Beliau menyampaikan mimpi dan pendapatnya.
_

Masyaa Allah.. inilah adab..
_

Bermusyawarah dan tidak memaksa, menerima keputusan yang menjadi keputusan bersama dengan sepenuh tanggungjawab dan lapangdada..
_

Inilah jalan cinta para pejuang..
Tidak memaksakan mimpi, bermusyawarah, berjuang bersama dan tidak saling menyalahkan atas semua konsekwensinya.

Mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok, kata Hasan al Banna. 
Di jalan cinta para pejuang mungkin kita terjaga sebelum mimpi kita selesai. 
Dan tugas kitalah untuk segera bangun, bangkit menyelesaikannya di alam nyata.

Alhamdulillah..
_

In syaa Allah akan kita sambung esok hari pada pembahasan slanjutnya.. 
_

Keep istiqomah ya sahabat muda.. ^_^
---   ---   ---   ---   ---

Untuk referensi belajar sahabat muda sekalian, silahkan buka buku JALAN CINTA PARA PEJUANG terbitan Pro-U Media, karya Ustadz Salim A.Fillah.

Komentar